Australia Wajibkan Pastor Laporkan Isi Pengakuan Dosa

Australia Wajibkan Pastor Laporkan Isi Pengakuan Dosa


SumateraNews | Gereja Katolik Australia Selatan menegaskan pihaknya terpukul oleh berita bahwa seorang pastor harus melaporkan pelecehan seksual anak-anak yang diungkapkan kepada mereka dalam pengakuan dosa.

Mulai 1 Oktober, Australia Selatan akan menjadi negara bagian pertama di Australia di mana para pastor secara hukum akan diwajibkan melaporkan setiap pengakuan dosa terkait pelecehan seksual anak-anak.

Jika tidak melaporkannya, mereka bisa dikenai denda $ 10.000 (Rp 100 juta lebih).

Pelaksana tugas Uskup Agung Adelaide Greg O’Kelly mengatakan gereja tidak menyadari perubahan tersebut hingga hari ini. “Implikasinya sekarang sedang dipertimbangkan,” katanya kepada ABC.

Undang-undang Perlindungan Anak yang baru disahkan tahun lalu dan diumumkan hari Kamis (14/6/2018) Jaksa Agung Australia Selatan, menghapus pengecualian untuk para pastor dari kewajiban melaporkan informasi pelecehan seksual anak yang diungkapkan dalam pengakuan dosa.

Jaksa Agung Vickie Chapman mengungkapkan perubahan ini menjelang pengumuman tanggapan Pemerintah Australia Selatan Negara kepada Komisi Khusus Penyelidikan Pelecehan Seksual Anak-anak.

Selama lebih dari satu dekade para pastor sebenarnya telah diwajibkan melaporkan informasi pelecehan seksual anak yang diperoleh di luar pengakuan dosa.

Menurut Uskup O’Kelly, UU baru ini berimplikasi lebih luas bagi Gereja Katolik dan “praktik keimanan kami”.

Para pastor terikat oleh kerahasiaan pengakuan dosa untuk tidak mengungkapkan apa yang mereka dengar. Jika melanggar, mereka otomatis menghadapi pengucilan.

“Komitmen kami di Australia Selatan untuk perlindungan anak dan lingkungan yang aman bagi anak-anak, tidak tergoyahkan,” kata Uskup O’Kelly dalam pernyataannya.

“Para pastor kami sangat menyadari kewajiban mereka melaporkan pelecehan dan penelantaran anak sesuai UU dan telah ikut pelatihan perlindungan anak secara reguler dan wajib sejak 2007. Begitu pula semua karyawan dan relawan kami di gereja,” katanya.

Perlindungan anak lebih utama Vickie Chapman mengatakan wajib lapor sangat penting, termasuk informasi yang diperoleh dalam pengakuan dosa. Pasalnya, katanya, pelecehan biasanya terjadi secara rahasia kecuali orang dewasa yang bertanggung jawab bertindak.

“Perlindungan terhadap anak-anak yang diharapkan masyarakat harus lebih utama daripada kepentingan lainnya,” katanya.

Vickie Chapman mengatakan negara-negara bagian lainnya harus mengikuti jejak Australia Selatan.

“Tanpa pendekatan terpadu, pemangsa akan tetap berkeliaran. Itulah kenyataannya,” katanya.

“Mereka akan menemukan tempat perlindungan di mana mereka tidak bisa ditangkap. Sehingga perlunya adanya kewajiban pengungkapan di semua front. Kita jangan menyisakan perbatasan tempat perlindungan bagi mereka yang akan melakukannya,” tutur Vickie Chapman.

Ditanya bagaimana seorang pastor akan tertangkap melanggar aturan ini, Vickie Chapman mengatakan itu akan mirip dengan kegagalan pelaporan sebelumnya. Besar kemungkinan justru terungkap jika pelaku pelecehan seksual mengaku telah menyampaikannya kepada pastor.

Hapus batas waktu untuk menggugat Pemerintah Australia Selatan juga berencana menghapus batas waktu secara hukum bagi korban pelecehan untuk menggugat institusi tempat mereka pernah dilecehkan.

“Intinya pada saat ini, ketika seorang anak berusia 21 tahun, mereka tidak dapat mengajukan klaim setelah usia tersebut – yaitu tiga tahun setelah mereka berusia 18 tahun,” kata Chapman.

“Kami ingin menghapus hal itu bagi semua korban pelecehan seksual anak-anak,” tambahnya.

Uskup Port Pirie Greg O’Kelly diangkat menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Agung Adelaide awal bulan ini setelah Uskup Agung Philip Wilson dijatuhi hukuman karena menyembunyikan informasi pelecehan seksual anak-anak.

Seorang hakim mengatakan tidak percaya jika Uskup Wilson tidak bisa mengingat percakapan di tahun 1976, di mana seorang korban melaporkan pelecehan yang dialaminya di tangan pastor Jim Fletcher.

Vickie Chapman mengatakan Uskup Wilson seharusnya sudah diwajibkan melaporkan hal itu sejak diberitahu oleh korban.

Menurut sensus terakhir, sekitar 300.000 warga Australia Selatan menganut agama Katolik.
(Sumber: Abc/dtc)


COMMENTS

BLOGGER
Nama

BISNIS,52,KABAR ACEH,10,KABAR BENGKULU,1,KABAR JAMBI,5,KABAR LAMPUNG,138,KABAR PADANG,21,KABAR RIAU,27,Kabar Sumatera Utara,23,KABAR SUMSEL,7,KABAR SUMUT,4,KRIMINAL,27,Oncor INdonesia,3,PILKADA SERENTAK 2018,11,SENI BUDAYA,10,SPORT,3,SUMATERA NEWS,211,SUMATERA RELIGIUS,15,ZONA TNI POLRI,45,
ltr
item
SUMATERA NEWS: Australia Wajibkan Pastor Laporkan Isi Pengakuan Dosa
Australia Wajibkan Pastor Laporkan Isi Pengakuan Dosa
Australia Wajibkan Pastor Laporkan Isi Pengakuan Dosa
https://2.bp.blogspot.com/-KOXX6RqFOa8/WyTRm-yVTNI/AAAAAAAABUU/-olGFt-XMJIo5HPawqv06H7JHWHdFetggCLcBGAs/s640/pastor.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-KOXX6RqFOa8/WyTRm-yVTNI/AAAAAAAABUU/-olGFt-XMJIo5HPawqv06H7JHWHdFetggCLcBGAs/s72-c/pastor.jpg
SUMATERA NEWS
https://www.sumateranews.online/2018/06/australia-wajibkan-pastor-laporkan-isi.html
https://www.sumateranews.online/
https://www.sumateranews.online/
https://www.sumateranews.online/2018/06/australia-wajibkan-pastor-laporkan-isi.html
true
6932135963993735249
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy